satu hal yang pasti adalah masih terdiam. kepastian yang menjadikan tidak pasti. tidak menepi ke satu sisi. ah, mana tahu waktu segera mengalah dan menjawab, melunak, mengayomi, meredam kemarahan karena alibi-alibi bukti kemunafikan. satu hal yang pasti adalah mati ketika terus berdiri di tengah jalan penuh lalu lalang--tidak segera menyeberang ke satu tepi. satu hal yang mutlak, benda tetap diam jika tidak ada gaya yang bekerja padanya. tentu, tentu kecuali jika suatu takdir dikirim untuk menggerakkan dari sisi yang paling tak terlihat. semoga saja aku bukan hamba munafik.
entah apa yang ada di ruangan sempit itu. sempit, sesempit debu. kau tahu, betapa besarnya jagat raya? kau tahu bukan bahwa kau bisa musnah kapan saja? kau juga tahu bahwa kau hanya makhluk kecil tak berarti dibanding segala yang ada di kefanaan dunia. aku pun tahu aku buka apa-apa, bukan hal penting yang bisa menjadikan dunia tetap berjalan. berhenti mengganggu. berhenti berlaku bodoh. berhenti berdosa, walaupun aku bisa jadi memiliki dosa seberat bumi. yang penting, dosaku bukan karena mengurusi urusanmu dan membuatmu risih.
malam terbakar, malam dingin yang terasa panas. malam sejuk yang meniupkan bisikan untuk menyerah. malam mendung yang cukup untuk menutupi kenyataan dari pandanganmu. segera menyerah, karena usahamu hanya kebetulan ketika kau merasa duniamu aman. hanya kebetulan yang membuatmu merasa berkuasa. hanya kesempatan pendek yang menjadikanmu angkuh. hanya hidup yang memberimu kerupawanan, bukan keaslian watak sejati.
berhenti mengajariku
Selasa, 22 Februari 2011
Senin, 21 Februari 2011
Takut untuk Menjadi Berani
ketika keberanian harus mengorbankan masa indah
bukan saat keberanian datang ketika tengah menaiki daun paling puncak
itu salah satu dari keberanian-keberanian yang asli
kau tahu, menyerah jauh lebih sulit daripada terus mengejar dan bertahan
menyerah adalah keberanian
menyerah lebih mengerikan daripada tetap berjuang
menyerah saja atau terus maju?
yang jelas, bukan berdiri di antara keduanya
keberanian menuai risiko
berani karena benar, takut karena salah
yang benar dan yang salah entahlah yang mana
berani sama dengan siap mati, siap sepi, siap asing
takut
takut untuk menjadi berani
bukan saat keberanian datang ketika tengah menaiki daun paling puncak
itu salah satu dari keberanian-keberanian yang asli
kau tahu, menyerah jauh lebih sulit daripada terus mengejar dan bertahan
menyerah adalah keberanian
menyerah lebih mengerikan daripada tetap berjuang
menyerah saja atau terus maju?
yang jelas, bukan berdiri di antara keduanya
keberanian menuai risiko
berani karena benar, takut karena salah
yang benar dan yang salah entahlah yang mana
berani sama dengan siap mati, siap sepi, siap asing
takut
takut untuk menjadi berani
Minggu, 20 Februari 2011
Pouring Understanding
no, it's not about achieving
it's giving
yes, it means much to minority
but no, of course it's not even something to majority
hell
the word said so bad as usually
hearing God singing toningt
understanding things i should not think of
how come things came out sucks?
then the answer is just about the world, not the heaven
promising
fulfilling
willingly is better
no, i'm not even wrong almost for sure
again, hearing God sings
the only reliable and everything
then the answer got is this is life, not the immortality
here, there, everywhere
then the answer is just about God
it's giving
yes, it means much to minority
but no, of course it's not even something to majority
hell
the word said so bad as usually
hearing God singing toningt
understanding things i should not think of
how come things came out sucks?
then the answer is just about the world, not the heaven
promising
fulfilling
willingly is better
no, i'm not even wrong almost for sure
again, hearing God sings
the only reliable and everything
then the answer got is this is life, not the immortality
here, there, everywhere
then the answer is just about God
Andai Semua adalah Sama Rata
Andai lo ga punya duit, apakah lo masih bisa tepe-tepe?
Andai lo jelek, apakah lo masih bisa jadi primadona?
Andai lo item, apakah lo tetep ganteng atau cantik?
Andai lo miskin, apakah lo masih punya temen?
Andai lo gak populer, apakah mereka tetap bersama lo?
Andai lo gak tajir, apakah lo masih bisa ketawa ketiwi dengan sombongnya?
Andai lo gak tajir, apakah lo masih eksis?
Andai lo berambut keriting, masihkah pacar lo mau sama lo?
Andai lo kribo, apakah lo tetap tampan?
Andai lo gak bisa kalkulus, apakah mereka masih butuh lo?
Andai lo gak punya SLR, apakah mereka masih mau lo ada bersama mereka?
Andai lo gak ada, apakah akan ngaruh?
Andai lo gak punya baju bagus, apakah lo akan jadi anak gaul kayak sekarang?
Andai lo hanya punya hal yang sama dengan mereka di luar sana
Andai lo seperti mereka yang gak punya uang
Andai lo kayak mereka yang gak punya kulit putih
Andai lo kayak mereka yang gak punya status
Andai lo kayak mereka yang gak masuk hitungan
APAKAH LO MASIH BISA BERGAYA SEPERTI SEKARANG?
Andai lo jelek, apakah lo masih bisa jadi primadona?
Andai lo item, apakah lo tetep ganteng atau cantik?
Andai lo miskin, apakah lo masih punya temen?
Andai lo gak populer, apakah mereka tetap bersama lo?
Andai lo gak tajir, apakah lo masih bisa ketawa ketiwi dengan sombongnya?
Andai lo gak tajir, apakah lo masih eksis?
Andai lo berambut keriting, masihkah pacar lo mau sama lo?
Andai lo kribo, apakah lo tetap tampan?
Andai lo gak bisa kalkulus, apakah mereka masih butuh lo?
Andai lo gak punya SLR, apakah mereka masih mau lo ada bersama mereka?
Andai lo gak ada, apakah akan ngaruh?
Andai lo gak punya baju bagus, apakah lo akan jadi anak gaul kayak sekarang?
Andai lo hanya punya hal yang sama dengan mereka di luar sana
Andai lo seperti mereka yang gak punya uang
Andai lo kayak mereka yang gak punya kulit putih
Andai lo kayak mereka yang gak punya status
Andai lo kayak mereka yang gak masuk hitungan
APAKAH LO MASIH BISA BERGAYA SEPERTI SEKARANG?
Sabtu, 05 Februari 2011
Selamanya Beruntung
Heyaah, I am back! semoga semuanya berkabar baik bagi orang baik, dan bagi orang yang tidak baik semoga kabarnya baik juga--soalnya gue gamau berkabar buruk.
Liburan yang cukup lama dan IP yang aneh sekaligus sangat oke untuk seukuran mahasiswa gak jelas seperti gue. Luar biasa. Kecil sih, tapi dibandingin usaha gue yang cuman ol sampe tengah malem tiap hari dan kesana kemari hingga larut malam pas hari-hari UAS, ya ajaib aja. Kalo inget IP pertama gue itu, gue jadi inget track record prestasi gue sejak lahir yang hampir semuanya dibawa oleh hoki. Apalagi pas SMP, gue cuman bayar SPP satu semester di awal doang dan sisanya beasiswa juara paralel. Lumayan bukan? Emak tentu senang karena duit belanjanya tambah banyak gara-gara gak perlu biayaian sekolah gue. Hoki itu seret ketika gue SMA. Gue ga ngerti apa-apa. Bener kata guru biologi gue di SMP, kalo udah SMA musti belajar. Untungnya gue hoki di ujung: bisa masuk UI di jurusan yang gue pengenin. Lah jadi curhat?
Akankah hoki selamanya ada? Kadang gue juga mikirin ini. Seinget gue, Albert Einstein pernah bilang kira-kira kayak gini, "hanya ada dua cara untuk menjalani hidup: berperilaku seakan segala hal disebabkan oleh keajaiban, dan cara yang lainnya adalah berperilaku seakan keajaiban tidak pernah ada".
Ya, biarpun 'hoki' dan 'keajaiban' gak sama, kedua hal itu kan sangat dekat hubungan kekerabatannya, ya kan ya? hehe.
Satu orang lagi bilang. Dia adalah tutor gue yang sangat berjasa hingga gue bisa matematika pas kelas 3 SMA. Dia bilang kira-kira gini, "mood itu bisa lo ciptain sendiri". Di lain waktu dia pun bilang kalo segala sesuatu adalah sebab dan akibatnya. Gue lupa deh bilangnya gimana, pokoknya intinya gitu.
Nah ada lagi seseorang yang bilang, gue lupa dia siapa, "tidak ada hukuman dan hadiah; yang ada hanyalah konsekuensi".
Gatau deh ya. Maksud gue gatau apakah hoki selalu bakalan ada. Cuman, pernah gak lo berpikir: "andai gue suruh milih mau jadi siapa di dunia ini, gak ada seorangpun yang gue pilih kecuali jadi diri gue yang sekarang". Gue juga gatau ya apakah yang ada di kepala orang-orang sesungguhnya tentang keberuntungan. Tapi ketika seseorang gamau terlahir sebagai orang lain di dunia ini, mungkin dia merasa sangat beruntung.
Satu penengah yang bagus: keberuntungan datang untuk orang yang pantas dan memantaskan diri untuk mendapatkannya. Yaa, kira-kira gitu deh yang disebut sama Mario Teguh.
Ko jadi sok bijak? Yaudalah ya, kan ini blog gue, suka-suka gue lah mau gue apain juga. Gak suka lo? Bilang langsung sama gue (ngajak bertengkar).
Heheh, becanda becanda :P
Selasa, 04 Januari 2011
Libut T'lah Tiba
entah ada setan apa di kamar gue, gue udah tidur lebih dari 7 jam hari ini, siang-siang. luar biasa, padal malem udah tidur lama. pusing puyeng males ngapa-ngapain kalo uda ngantuk.
yap, hari ini gue udah mulai libur. sebenernya sih gue ga pengen libur segera tiba. masih banyak yang pengen gue lakuin di Depok dan belom tercapai. ongkos buat liburan pun belom memadai. oh penghutang, segeralah bayar hutang ya, saya juga mau liburan hwhw.
bakalan bnayak yang beda kalo gue di rumah. gue gak akan ol lebih dari sejam sehari, kecuali kalo ga ada adek adek gue. gue gak akan bisa tidur lama-lama karena ada sepupu gue yang hobinya narik-narikin gue buat maen sama dia. gak serumah sih, tapi rumahnya deketan. gak akan ada lagi nyetrika sendiri dan nyuci baju sendiri, hore. gak akan ada waktu buat belajar matematika karena semua waktu hanya untuk bermain, makan, dan bersantai. hore.
okelah, have a nice holiday teman, musuh, pemuja rahasia, pembenci rahasia, pengiri rahasia, sahabat dan semua yang baca postingan gue hehehe. dadah, see you.
yap, hari ini gue udah mulai libur. sebenernya sih gue ga pengen libur segera tiba. masih banyak yang pengen gue lakuin di Depok dan belom tercapai. ongkos buat liburan pun belom memadai. oh penghutang, segeralah bayar hutang ya, saya juga mau liburan hwhw.
bakalan bnayak yang beda kalo gue di rumah. gue gak akan ol lebih dari sejam sehari, kecuali kalo ga ada adek adek gue. gue gak akan bisa tidur lama-lama karena ada sepupu gue yang hobinya narik-narikin gue buat maen sama dia. gak serumah sih, tapi rumahnya deketan. gak akan ada lagi nyetrika sendiri dan nyuci baju sendiri, hore. gak akan ada waktu buat belajar matematika karena semua waktu hanya untuk bermain, makan, dan bersantai. hore.
okelah, have a nice holiday teman, musuh, pemuja rahasia, pembenci rahasia, pengiri rahasia, sahabat dan semua yang baca postingan gue hehehe. dadah, see you.
Senin, 03 Januari 2011
Last Day of UAS
uas selese. gapapa sih mau setiap hari uas juga. cuman males juga kalo uas ampe berminggu-minggu, mau jalan juga ada rasa bersalah.
tadi gue bisa loh ngerjain Kimdas yang ketika UTS gue cuman dapet 12,5. 12,5? iya, 12,5 skala 0-100. hebat kan?
kalo diitung-itung sesuai proporsi nilai sih harusnya gue gak boleh lulus, tapi semoga dosen gue berpikir lain. ah, kadang nepostime juga gue harapkan, munafik gue ini.
tadi gue bisa loh ngerjain Kimdas yang ketika UTS gue cuman dapet 12,5. 12,5? iya, 12,5 skala 0-100. hebat kan?
kalo diitung-itung sesuai proporsi nilai sih harusnya gue gak boleh lulus, tapi semoga dosen gue berpikir lain. ah, kadang nepostime juga gue harapkan, munafik gue ini.
Minggu, 02 Januari 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
It's All About You
I miss you
I need you
I wanna laugh with you
I dream of you
I love you
I cant live without you
I will do everything for you
I cant wait to meet you
I sing for you
I desperately in love with you
you?
who?
who YOU are?
nobody possible perfectly
the only one is God
Tahun Baruan 2011 Gue
happy new year 2011 ya readers and friends, semoga gue dan elo sukses mencapai resolusi tahun ini, diberi kejutan-kejutan yang jauh lebih indah dari Tuhan Yang Maha Baik. semoga gue dapet pacar baru tahun ini, yang menerima gue apa adannya (curcol), semoga dapet uang yang banyak, semoga dapet teman yang luar biasa baik, semoga segala harapan yang belum disebutkan juga berhasil dicapai. amin amin amin. sungguh sungguh ni gue ngedoa.
bagaimana kisah malam tahun baru gue semalam? yay, let's go to the scene hehe.
kemaren, gue bingung mau ke mana. abisnya acara temen-temen gue jauh jauh amat. akhirnya gue putuskan untuk ngebolang ke Jatiasih, rumah gue tercinta dan membiarkan apa yang terjadi supaya terjadi. salah satu rencana malam kemaren adalah ngumpul di rumah Anti, temen SD gue.
gue cabut dari kampus jam 6 sore, setelah menghabiskan seporsi sate madura dengan lahapnya. ya, gue ngidam sate kemaren. sampe beberapa kilo perjalanan lancar. dasar gue bego, udah tau taun baru berangkat dari kampusnya juga sore. jelas aja di tengah jalan macet. gue mulai kena macet di daerah sebelom Pasar Rebo. langganan macet. hari biasa aja macet, gimana taun baru? YES, semua kendaraan gabisa jalan. gue masi enjoy.
lamaaa banget macetnya. gue masi sabar. akhirnya abang angkot memutuskan lewat tol. luar biasa, kalo ga lewat tol gatau deh mau sampe jam berapa. setelah turun dari angkot pertama, gue naek angkot berikutnya yang menuju Jatiasih. jreng jreng, gue duduk di depan biar bisa tidur nyenyak. gue tidur. ga berasa udah nyampe Pondok Gede, ya Allaaah macet lagi.
kali ini, macetnya luar biasa. ya sama sih kayak yang di Pasar Rebo. tapi tu ini jalan kecil, parah deh, motor aja gabisa lewat. eh jangan motor ding, gue aja jalan kaki kadang gabisa jalan.
di situ pun gue mulai berjalan kaki. menelusuri jalanan Pondok Gede yang menyimpan jutaan kenangan gue, terutama pas SMA: hampir selalu berjalan kaki karena daerah itu hampir seallu macet total. biasanya aja macet total, gimana pas taun baru? gue mulai nyesel karena memutuskan pergi ke Jatiasih. ngedumel sendiri dan bilang ke diri sendiri, "tau gini gue mending di kosan nonton filem romantis, bodo amat dengan malam pergantian tahun".
gue jalan jauh. jauh. jauh.
udah jam 7 menuju jam 8.
gue naek angkot lagi karena jalan agak lancar. eh baru juga beberapa ratus meter udah gabisa jalan lagi. gue pun jalan kaki lagi. begitulah seterusnya hingga 3 kali. gue ngomel seniri, menyetop segala jenis kendaraan yang menghalangi gue berjalan. sampe ada cowok alay yang terak ke gue ketika gue nyebrang depan dia, "santai aja kali!", dasar bego, nyuruh orang santai sendirinya juga ga nyantai, mana ke cewek lagi. hadeh, macam mana itu laki-laki.
jum menunjukkan pukul 9 malam, gue mulai shock. gila gue tiga jam di jalan dan capeeekkk banget. ampe hampir semua alay gue manyunin (biasanya juga gitu sih). gue sms temen gue: "anggep aja gue ga dateng deh ya, gue puyeng banget. huhu beteee"
gue jalan kaki, karen aga ada cara lain. bahkan motor pun gabisa lewat. mobil-mobil yang kena macet itu pun mungkin besok paginya baru terselamatkan dari macet super maut itu. gue beteeee banget dan ngedumel mulu gara-gara orang pada salaing ga ngasi jalan, bau asep, got kotor, ini lah, itu lah, semua gue protesin.
4 jam sudah gue di jalan, akhirnya tibaa di komplek rumah gue, hahaii, asek. gue selamet.
gue mandi dan pergi ke rumah Anti jam sebelas malem. puji Tuhan gue ketemu sama temen-temen SD gue yang dulu masih seprintil-printil.
ada berbagai gosip. ada yang mau nikah lah, ada yang cinlok lah, ada yang ga bisa ikut uas lah, ada yang apa lah. yang kocak sih yang mau nikah. gilaa si Ardian yang berencana menikah bulan Februari depan nanya-nanyain alamat rumah kita buat disebarin undangan. pertama kali denger gue ngakak. kita pun pada beda-beda, ada yang nagnggur, ada yang kerja, ada yang kuliah.
sedihnya, Pattrick, temen SD gue yang genduut putihhh lucuuu kayak boboho ternyata udah meninggal sekitar setahun lalu, gue kaget. dulu dia sangat care pada gue dan sekarang sudah tiada. yah, wajar sih, leukemia yang nyerang dia emang udah akut. ya Tuhan jagain dia di sana ya.
kita semua ga tidur sampe pagi, bernostalgia. macet 4 jam terbayar sudah. Happy New Year friends.
bagaimana kisah malam tahun baru gue semalam? yay, let's go to the scene hehe.
kemaren, gue bingung mau ke mana. abisnya acara temen-temen gue jauh jauh amat. akhirnya gue putuskan untuk ngebolang ke Jatiasih, rumah gue tercinta dan membiarkan apa yang terjadi supaya terjadi. salah satu rencana malam kemaren adalah ngumpul di rumah Anti, temen SD gue.
gue cabut dari kampus jam 6 sore, setelah menghabiskan seporsi sate madura dengan lahapnya. ya, gue ngidam sate kemaren. sampe beberapa kilo perjalanan lancar. dasar gue bego, udah tau taun baru berangkat dari kampusnya juga sore. jelas aja di tengah jalan macet. gue mulai kena macet di daerah sebelom Pasar Rebo. langganan macet. hari biasa aja macet, gimana taun baru? YES, semua kendaraan gabisa jalan. gue masi enjoy.
lamaaa banget macetnya. gue masi sabar. akhirnya abang angkot memutuskan lewat tol. luar biasa, kalo ga lewat tol gatau deh mau sampe jam berapa. setelah turun dari angkot pertama, gue naek angkot berikutnya yang menuju Jatiasih. jreng jreng, gue duduk di depan biar bisa tidur nyenyak. gue tidur. ga berasa udah nyampe Pondok Gede, ya Allaaah macet lagi.
kali ini, macetnya luar biasa. ya sama sih kayak yang di Pasar Rebo. tapi tu ini jalan kecil, parah deh, motor aja gabisa lewat. eh jangan motor ding, gue aja jalan kaki kadang gabisa jalan.
di situ pun gue mulai berjalan kaki. menelusuri jalanan Pondok Gede yang menyimpan jutaan kenangan gue, terutama pas SMA: hampir selalu berjalan kaki karena daerah itu hampir seallu macet total. biasanya aja macet total, gimana pas taun baru? gue mulai nyesel karena memutuskan pergi ke Jatiasih. ngedumel sendiri dan bilang ke diri sendiri, "tau gini gue mending di kosan nonton filem romantis, bodo amat dengan malam pergantian tahun".
gue jalan jauh. jauh. jauh.
udah jam 7 menuju jam 8.
gue naek angkot lagi karena jalan agak lancar. eh baru juga beberapa ratus meter udah gabisa jalan lagi. gue pun jalan kaki lagi. begitulah seterusnya hingga 3 kali. gue ngomel seniri, menyetop segala jenis kendaraan yang menghalangi gue berjalan. sampe ada cowok alay yang terak ke gue ketika gue nyebrang depan dia, "santai aja kali!", dasar bego, nyuruh orang santai sendirinya juga ga nyantai, mana ke cewek lagi. hadeh, macam mana itu laki-laki.
jum menunjukkan pukul 9 malam, gue mulai shock. gila gue tiga jam di jalan dan capeeekkk banget. ampe hampir semua alay gue manyunin (biasanya juga gitu sih). gue sms temen gue: "anggep aja gue ga dateng deh ya, gue puyeng banget. huhu beteee"
gue jalan kaki, karen aga ada cara lain. bahkan motor pun gabisa lewat. mobil-mobil yang kena macet itu pun mungkin besok paginya baru terselamatkan dari macet super maut itu. gue beteeee banget dan ngedumel mulu gara-gara orang pada salaing ga ngasi jalan, bau asep, got kotor, ini lah, itu lah, semua gue protesin.
4 jam sudah gue di jalan, akhirnya tibaa di komplek rumah gue, hahaii, asek. gue selamet.
gue mandi dan pergi ke rumah Anti jam sebelas malem. puji Tuhan gue ketemu sama temen-temen SD gue yang dulu masih seprintil-printil.
ada berbagai gosip. ada yang mau nikah lah, ada yang cinlok lah, ada yang ga bisa ikut uas lah, ada yang apa lah. yang kocak sih yang mau nikah. gilaa si Ardian yang berencana menikah bulan Februari depan nanya-nanyain alamat rumah kita buat disebarin undangan. pertama kali denger gue ngakak. kita pun pada beda-beda, ada yang nagnggur, ada yang kerja, ada yang kuliah.
sedihnya, Pattrick, temen SD gue yang genduut putihhh lucuuu kayak boboho ternyata udah meninggal sekitar setahun lalu, gue kaget. dulu dia sangat care pada gue dan sekarang sudah tiada. yah, wajar sih, leukemia yang nyerang dia emang udah akut. ya Tuhan jagain dia di sana ya.
kita semua ga tidur sampe pagi, bernostalgia. macet 4 jam terbayar sudah. Happy New Year friends.
Langganan:
Komentar (Atom)








