Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2012

Jarak


Berjarak kemudian berbeda
Jarak tak panjang, tapi acuh
Seperti jembatan yang menyuakan
Semudah berjumpa, semudah berjabat
Sesulit meraba pola riak saat berangin
Mengapa bersama dengan teka-teki?
Mudah, karena pasti pastilah mati sebelum hidup
Lalu peduli padanya?
Mudah, mudah menipu deretan panjang zaman bumi
Terbang dulu, yang jauh, yang berjarak sungguh berjarak
Lalu lihat, selesaikah?

Rabu, 22 Februari 2012

AT THE BEGINNING

At the beginning I want to, but now, no more. At the beginning, you did, and you sometimes still do. But nor I am. Sometimes, it’s you, sometimes I. Even it’s sometimes us.
At the beginning. When splendours still grew up rapidly everywhere. While I was truly need and want to take that chance. And so you did. We grew up better.
At the beginning. That we could see whole things wisely, so we could trust if we really able to trough all challenges for long. We were giving trust and given…
…at the beginning.
At the beginning. Time we laugh for aech moment. Exploring places, life, and both of I and you. Grabbing attentions, never see what were happening truly. And just don’t care.
At the beginning, only before the end.
At the beginning. The word that has no prediction for the ending


Senin, 23 Januari 2012

Untitled


U N T I T L E D
Satu-satunya kawan untuk berbagi cerita tentangmu adalah tanganku. Yang menulis dengan hati-hati dan indah, mendeskripsikan kamu. Karena aku tak mau seseorang mengungkit tentang kamu. Bisa mampus aku merindukan kamu lebih dari ini.


     Meremas, hangat, lama
     Sadar ada kekhawatiran di satu napas itu saja

       Tapi tak usah acuh, tak mampu acuh
       Aku jatuh, terlanjur

Kamis, 12 Januari 2012

By Dewantara Soepardi

Ketika rahasia hariku berbicara
Tentang sisi kehidupan atau cinta
Entah di mana jejak jiwaku mencari arti dunia
Waktu untuk sejenak jenaka

Seperti habis terurai air mata
Bahagia atau sedih hanyalah sebuah pilihan hidup manusia
Aku memilih hidup bahagia di atas semua bencana
Karena hidup adalah karunia

Rabu, 11 Januari 2012

Kau Kira Apa?

Kalian sesungguhnya yang merasa terbuang
Mendapat kawan sama, senyum seakan sungguh membanggakan

Lalu tak sudi lagi mendengar sekeliling
Berpaling, menyakiti yang menyayangi
Walau sebagian besar takkan sakit lama-lama