Sabtu, 21 September 2013

Peri(h)

Menderas hujan malam seperti melindungi
Diam dan tidak sendiri
Terkurung tidak bisa ke mana-mana
Terbebaskan untuk berjumpa hati

Bukan seperti saat teriak menyebalkan
Memekakkan yang di luar dan di dalam
Memekakkan yang dekat dan jauh
Memekakkan yang dikenal dan tidak
Mau jadi apa panas jiwa yang menggerayangi
Sekejam belati yang terbang bagaikan sakti
Karena empunya payah
Bagaimana menggoyangkannya

Mereda hujan seperti menghantui
Meninggalkan diam bersama belati sehingga sendiri
Jauh. Menjauh.
Maju hari membuat sederhana menjadi peri
Karena hari tidak akan pernah kembali


Terimakasih kepada hujan yang penuh doa
2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar